Halaman


All Story From Blog

Review Perjalanan umroh, (Madinah, Part I)


Setelah menempuh perjalan panjang yang sangat melelahkan Jakarta-Jeddah ( > 8 jam ) perjalanan kami belumlah usai, kami masih harus lanjut lagi perjalanan darat Jeddah-Madinah yang memakan waktu kira-kira 4-5 jam. Namun lamanya perjalanan ini tidaklah terlalu terasa karena sepanjang perjalanan ustad kami (Ustd.Rohmato), tdk pernah berhenti bercerita tentang sejarah kota Madinah dan keistimewaan kota Madinah
Madinah Al-Munawwarah (atau dahulu dikenal dengan nama Yatsrib) adalah kota suci Islam kedua setelah Mekkah Al-Mukarromah.Disebut kota suci karena Rasulullah pernah hijrah ke kota ini dan melakukan dakwah kurang lebih 10 tahun hingga Beliau wafat. Pada masa Rasulullah S.A.W, Madinah juga dikenal sebagai basis Islam yang sangat kuat sehingga para musuh-musuh Nabi kewalahan jika ingin menguasai kota Madinah. Berkat segala keistimewaan kota Madinah, Allah menjajikan bahwa kelak di akhir zaman Madinah (dan Mekkah) akan terbebas dari tipu mushilat “DajjaL” (Hanya 2 kota itu di dunia). Akhirnya tepat pukul 01.30, dini hari kami beserta rombongan tiba di Madinah dan langsung Check-in di hotel.
Hotel yang kami tempati bernama hotel at-Taiba,sebuah hotel bintang 4 yang hanya berjarak 30an meter dari masjid Nabawi. Sesampainya di hotel kami langsung tidur sejenak untuk melepas lelah. Pukul 03.30, Adzan Shubuh di masjid Nabawi berkumandang keras. Kami bersama jamaah lain lalu berbondong-bondong menunaikan sholat Shubuh.
Dengan berjalan sempoyongan aku bergegas pergi ke masjid. Tak lama kemudian aku sampai di depan gerbang Masjid Nabawi. Subhanallah…, seketika itu aku takjub dengan “kemegahan” dan “atmosfir” masjid Nabawi (Sebuah masjid suci kedua setelah Masjidil Harom), Masjid seluas 98 ribu m2 ini bersinar dengan terangnya, dengan ribuan lampu yang menyala, seakan-akan pada dini hari yang gelap itu tampak seperti siang hari. Puluhan ribu (bahkan mungkin ratusan ribu) umat muslim dari seluruh penjuru dunia beramai-ramai berdesak-desakan untuk menunaikan sholat shubuh di masjid Nabawi (pahala 1 x sholat di Masjid Nabawi = 1000 x pahala sholat di masjid lain, kecuali masjidil harom dan masjidil Aqso). Karena aku agak terlambat berangkat ke masjid sehingga aku mendapatkan shaf paling belakang dekat pintu keluar.
Sepulang sholat shubuh di masjid kami sekeluarga sarapan di restoran hotel .pukul 09.00, kami bersama jamaah Nur Ramadhan ( Nur Ramadhan = nama agen travel kami ) dengan bimbingan Ustad Rohmanto, Ustad Joko, dan Ustad Wanuri melaksanakan agenda pertama yaitu orientasi masjid Nabawi.

Continue Reading »


0 komentar:

Posting Komentar