Naturalisasi??, SAH, tapi……
IN-DO-NE-SIA prok..prok….prok..prok..prok….
IN-DO-NE-SIA prok..prok….prok..prok..prok….
Gemuruh suara supporter Indonesia menggema di dalam stadion maupun di café-café. Optimisme membumbung di benak “hampir semua” supporter. Berbagai macam harapan disematkan di pundak ke 23 jiwa pemberani. Permaianan timnas Indonesia di piala AFF 2010 ini sungguh berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
Tidak lain salah satu yang membuat perbedaan tersebut adalah masuknya 2 pemain naturalisi (Christian Gonzales dan Irfan bachdim).

Entah banyak pendapat saling bertentangan di masyarakat, namun saya sendiri berpendapat masuk nya ke 2 pemain tersebutlah yang merubah permainan timnas. Masuknya ke dua pemain tersebut juga memudahkan Alfred Riedl untuk menerapkan strateginya. Permainan timnas seakan punya visi yang lebih jelas dengan aliran bola dari Irfan.
Naturalisasi juga lagi ngetrend tidak hanya di Indonesia namun juga di Filipina. Filipina bahkan menggunakan jasa 8 pemain naturalisasi yang diantaranya ada mantan pemain timnas U-19 Belanda, kiper Fulham,dan mantan pemain timnas Islandia U-21. Dengan skuad sepeti itu Filipina yang dahulu merupakan tim ayam sayur di ASEAN sekarang menjadi salah satu kandidat juara AFF dengan memimpin puncak klasemen sementara grup B.
Naturalisasi sudah terbukti dapat mengangkat prestasi suatu timnas. Namun akankah selamanya PSSI akan menggunakan pemain naturalisasi??. Tidakkah naturalisasi terkesan seakan-akan mengesankan PSSI sudah kehabisan akal untuk membina pemain muda berkualitas??
Meskipun tidak sembarang pemain dapat di naturalisasi, sudah sewajarnya PSSI mengedepankan pembinaan pemain usia muda sebagai senjata utama. Kompetisi dari level termuda (ex: u-10, u-13, u-15. u-17) HARUS SEGERA DILAKSANAKAN, bukan dengan gembar-gembor pengiriman pemain ke Uruguay, Italia, dan Belanda, apalagi naturalisasi. Dilihat dari SUBSTANSI NYA naturalisasi tidaklah berbeda dengan transfer pemain, karena PSSI / Klub menyerahkan pembinaan pemain muda kepada klub lain / klub asing, mereka hanya tinggal terima jadi (waduhh, enak donk kerjanya PSSI yak….). Mendengar perbincangan di TVone tadi pagi, Andi Darussalam (manajer PSSI) berkata:”kita sedang memantau pemain keturunan yang sedang bermain di Belanda, dan Qatar”. Hal itu mengindikasikan PSSI akan terus menggunakan strategi naturalisasi untuk kedepanya (wajar kali…., melihat respon masyarakat yang mulai membaik pada PSSI stelah melaklukan kebijakan naturalisasi, haha…..). Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, pastilah akan membatasi kesempatan pemain lokal ( binaan asli Indonesia ) untuk masuk timnas dan yang terparah pembinaan pemain muda di Indonesia akan semakin dikesampingkan.

keren gan.. mohon kunjungan baliknya ya.biar ngk jd spam aye pts url pke spasi http:// mpb-v2. co.tv