Halaman


All Story From Blog

ASEAN FOOTBALL FEDERATION (AFF) 2010

Boleh dibilang sejak AFF pertama kali di gelar tahun1996 (waktu itu bernama piala tiger) AFF 2010 ini yang paling banyak menyita perhatian (khususnya di Indonesia). Performa Indonesia yang lumayan bagus (Lumayan bagus: karena penulis berpendapat timnas AFF 2004 masih yang terbaik) mungkin menjadi salah satu pemicunya ditambah dengan hadirnya 2 pemain “naturalisasi” dan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah babak penyisihan.

Dahaga Rakyat akan kemenangan Indonesia seakan terbayar oleh kemenangan telak 5-1 atas Malaysia. Euforia berlanjut ketika timnas melibas Laos tanpa ampun 6-0 dan diluar dugaan berhasil mengalahkan tim terkuat ASEAN Thailand 2-1. Namun euforia berlebihan tersebut tanpa disadari akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari

1. Kisruh Penjualan Tiket

Siapa yang salah??...., tidak mungkin donk kita menyalahkan PERBASI. Tentu kesalahan mengerucut pada panpel dan PSSI. Aku berpendapat PSSI terlalu pelit dalam menggelontorkan dana. PSSI menyewa ribuan aparat pada saat pertandingan (walaupun itu sudah merupakan kewajiban yg di sayaratkan FIFA ) namun tidak menyewa aparat dalam jumlah besar saat penjulan tiket (yang merupakan “sunnah” karena tidak diwajibkan FIFA ). Keadaan makin parah saat diberlakukanya sistem “kupon antre”. Dalam sebuah wawancara, salah satu supporter timnas berkata “PSSI membagikan tiket seperti memberi pakan ayam.”

2. Melambungnya Harga Tiket Semifinal dan Final

Wajar kali, jika harga tiket semakin naik ketika level pertandingan naik (dari penyisihan – semifinal – final). Pada saat babak penyisihan harga tiket termurah adalah Rp.50.000, dan kelas VIP termahal adalah Rp.225.000. Memasuki babak semifinal tiket termurah tetap Rp.50.000 dan termahal naik 2 kali lipat yaitu Rp.550.000. Sedangkan harga tiket pada final 29 Desember, yang termurah menjadi Rp.75.000 dan yang termahal NAIK menjadi Rp.1000.000.

Tidak salah memang, jika dilihat dari hukum “demand dan supply”. Namun apakah kenaikan harus sesignifikan itu? (khususnya untuk yg VIP). Tidakkah hukum “hati nurani” sedikit dipertimbangkan dalam menentukan harga tiket. Mengingat para supporter rela antre berpanas-panas, berhujan hujan hanya untuk mendukung timnas Indonesia.

Dalam sebuah wawancara di TVon* (jauh sebelum perdebatan ttg naiknya harga tiket) , Bpk.Nurdin Halid + berkata: “ PSSI tidak mendapat sepeser rupiah pun dari pihak sponsor, penerimaan PSSI hanya dari penjualan tiket.”

So, the conclusion is…..??

3. Pubikasi Media yang Berlebihan

Akhir-akhir ini hampir setiap aku iseng-iseng menyalakan TV, pasti….PASTI, pemberitaan tentang timnas, dari mulai acara berita hingga infotainment. Publikasi yang berlebihan tsb, memberikan dampak positif bagi antusiasme rakyat untuk mengikuti / menyaksikan secara lansung timnas Indonesia berlaga. Dampak positif dr publikasi tsb, juga dirasakan para penjual kaos ataupun pernak-pernik timnas yang ikut meroket omzetnya dalam 1 bulan terakhir ini.

Namun bagai 2 sisi mata uang, publikasi yang lebay tersebut telah BANYAK membawa dampak negatif bagi masyarakat luas dan pemain timnas. Bagi masyarakat luas, publikasi tersebut telah membuat ekspektasi publik yang terlalu tinggi pada timnas. Timnas yang sekarang seakan-akan merupakan tim super power yang sudah pasti 100% bakal juara di ASEAN. (Padahal pendapat saya,timnas kali ini tdk terlalu special…., hanya bermain modal ngotot doank). Mohon Maaaf beribu-ribu Maaf, jika saya berpendapat pemberitaan media yang terlalu melebih-lebihkan skill Okto Maniani, padahal bakat Okto belum ada apa-apanya jika dibandinkan dengan bakat Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas diwaktu muda, apalagi jika dibandingkan dengan bakat Boaz , masih jauh ( maaf skali lagi maaf, it’s just my opinion, agar publik tdk berekspektasi berlebih ).

Dampak bagi pemain timnas jelas, publikasi berlebih tsb menjadi beban atao malah pemain timnas over PD sehingga tdk konsen menghadapi pertandingan. Dampak lain adalah secara tidak lansung ikut merangsang “pihak2 tertentu” untuk menggelar jamuan2 tdk penting yg melibatkan pemain timnas.

Sekedar saran “media jangan hanya mau mengejar rating saja donk, cerdaskanlah masyarakat jgn buai mereka dengan harapan harapan yg terlalu tinggi.”

4. Masalah Laser

Malaysia curang dan pantas mendapat hukuman, 100% setuju, karena mereka menciderai sportifitas. Namun yg saya dengar dan saya lihat dari teman-teman, banyak mereka yang mengatai Malaysia dengan kata-kata kotor, men-photoshop hal2 yag berbau Malaysia, dan bahkan ada yg terpancing emosi ingin membalas kelakuan supporter Malaysia di GBK. Ayolah Prendz, perlihatkan jika kamu orang yg terpelajar. Instrospeksilah pada diri sendiri pada Bangsa sendiri, apakah Suporter Indonesia Liga Indonesia lebih baek???....bagaimana dengan pelemparan batu / botol / sandal ke tengah lapangan, bagaimana dengan pengeroyokan wasit. Bagaimana dengan pelemparan Bus Tim tamu dengan batu…???.... tidakkah itu menandakan supporter kita lebih parah??

My suggest is "Jangan ciptakan image seolah - olah Malaysia selalu salah & Indonesia selalu benar" THAT'S UNFAIR....

Continue Reading »


BAGIKU, SEPAK BOLA….

Sepak bola….

Sebuah permainan, yang tujuan akhirnya adalah memasukan bola ke gawang lawan dan menjaga gawang sendiri agar tidak kebobolan. Sebuah permainan simpel yang konon ditemukan pertama kali oleh suku Aztec, yang menggunakan kepala musuh yang telah dipenggal sebagai bola.

Mungkin mereka tidak menyangka, berabad kemudian permainan simpel ini akan berkembang dengan begitu pesatnya, sehingga, kini sepak bola dapat dijadikan sebagai “candu” bagi penggilanya. Dengan menyaksikan tim kesayanganya bermain dan menang, seakan – akan berbagai macam persoalan bangsa dan rumah tangga hilang lenyap tak bersisa (setidaknya dalam waktu 90 menit).

Sebenarnya aku menulis artikel ini terinspirasi oleh perkataan temanku, yang kurang lebih berbunyi “ halah kamu tu bisanya cuman ngritik timnaaaas doank, coba kalo kamu suruh maen, bisa gak??” haha.., aku memang nggak pandai maen bola, aku pun gak bisa menendang bola dgn keras dan terarah, drible ku, jauh dari kata lincah, reflek ku pun boleh dibilang lambat untuk menjadi seorang kiper. Namun alangkah sempitnya pikiran mereka jika sepak bola hanya diartikan sebagai “seni olah bola”. Lalu bagaimana dengan supporter yg slalu berteriak, bagaimana dengan gossip transfer pemain, bagaimana dengan strategi konspirasi, apakah itu bukan bagian dari sepak bola???, lalu bagaimana dengan pro-kontra, bagaimana dengan KRITIK, bagaimana dengan holiganisme, bagaimana dengan design stadion, bagaimana dengan SCANDAL, WAG’S and DRUGS……..

Sepak Bola Indonesia…., tiga buah kata yang selalu aku sebut dalam do’a ku setelah sholat. “Tia” adalah cinta pertamaku. Sebuah kecintaan yang aku rela dicap sebagai pengkhianat karenanya. Aku yang selalu mengkritik timnas dan bahkan selau mendukung lawan2 timnas, bukan berarti aku tidak cinta timnas, namun justru sebaliknya. Aku masih menganggap timnas saat ini (AFF 2010) masih bermain bola secara tradisional. Hanya Bambang, Christian & Irfan yang aku nilai sebagai pemain modern. Tidak ada cara lain selain perubahan secara fundamental dalam sistem, regulasi, dan infrastruktur persepakbolaan di Indonesia.

I believe,someday......,

Sang Garuda akan terbang tinggi dengan gagahnya mengarungi cakrawala dunia (bkn sekedar asia tenggara). Siapapun lawan yang dihadapi pasti akan gemetar ….., Gemetar ketika lagu Indonesia Raya menggema dinyanyikan oleh 80 ribu supporter fanatik Indonesia,..... Gemetar ketika mereka tahu bahwa lawan yang akan mereka hadapi adalah sebuah Negara kepulauan terbesar yang memiliki Tim Nasional paling MENAKUTKAN di Dunia bernama IN-DO-NE-SIA.

This is not a dream, but this is a goal. Semoga aku mendapatkan pekerjaan yang mumpuni. Aku akan sisihkan sedikit penghasilanku sebagai tabungan. InsyaAllah tahun 2022 aku akan berada di Qatar untuk memberi dukungan pada Timnas Indonesia. Karena bagiku, sepak bola adalah sebuah kebahagiaan…………

(“Tia” sebagai Pengganti kata “it” yg tdk ada padanan katanya dlm bahasa Indonesia)

Continue Reading »


Naturalisasi??, SAH, tapi……

IN-DO-NE-SIA prok..prok….prok..prok..prok….

IN-DO-NE-SIA prok..prok….prok..prok..prok….

Gemuruh suara supporter Indonesia menggema di dalam stadion maupun di café-café. Optimisme membumbung di benak “hampir semua” supporter. Berbagai macam harapan disematkan di pundak ke 23 jiwa pemberani. Permaianan timnas Indonesia di piala AFF 2010 ini sungguh berbeda dengan sebelum-sebelumnya.

Tidak lain salah satu yang membuat perbedaan tersebut adalah masuknya 2 pemain naturalisi (Christian Gonzales dan Irfan bachdim).

Kedua pemain tersebut bukanlah pemain abal-abal. Christian adalah seorang goal getter murni kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1974. Beliau pemain dengan rekor gol terbaik di kompetisi sepakbola Indonesia, dengan 162 gol dari 169 pertandingan , (sumber Wikipedia dan goal.com) WOWW!!.... Nama kedua adalah Irfan bachdim anak dari pasangan Noval Bachdim dan hester van Dijic ini adalah Jebolan akademi sepak bola Ajax (salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia). Dia juga pernah menjadi pemain FC utrech (salah satu klub eredivise).

Entah banyak pendapat saling bertentangan di masyarakat, namun saya sendiri berpendapat masuk nya ke 2 pemain tersebutlah yang merubah permainan timnas. Masuknya ke dua pemain tersebut juga memudahkan Alfred Riedl untuk menerapkan strateginya. Permainan timnas seakan punya visi yang lebih jelas dengan aliran bola dari Irfan.

Naturalisasi juga lagi ngetrend tidak hanya di Indonesia namun juga di Filipina. Filipina bahkan menggunakan jasa 8 pemain naturalisasi yang diantaranya ada mantan pemain timnas U-19 Belanda, kiper Fulham,dan mantan pemain timnas Islandia U-21. Dengan skuad sepeti itu Filipina yang dahulu merupakan tim ayam sayur di ASEAN sekarang menjadi salah satu kandidat juara AFF dengan memimpin puncak klasemen sementara grup B.

Naturalisasi sudah terbukti dapat mengangkat prestasi suatu timnas. Namun akankah selamanya PSSI akan menggunakan pemain naturalisasi??. Tidakkah naturalisasi terkesan seakan-akan mengesankan PSSI sudah kehabisan akal untuk membina pemain muda berkualitas??

Meskipun tidak sembarang pemain dapat di naturalisasi, sudah sewajarnya PSSI mengedepankan pembinaan pemain usia muda sebagai senjata utama. Kompetisi dari level termuda (ex: u-10, u-13, u-15. u-17) HARUS SEGERA DILAKSANAKAN, bukan dengan gembar-gembor pengiriman pemain ke Uruguay, Italia, dan Belanda, apalagi naturalisasi. Dilihat dari SUBSTANSI NYA naturalisasi tidaklah berbeda dengan transfer pemain, karena PSSI / Klub menyerahkan pembinaan pemain muda kepada klub lain / klub asing, mereka hanya tinggal terima jadi (waduhh, enak donk kerjanya PSSI yak….). Mendengar perbincangan di TVone tadi pagi, Andi Darussalam (manajer PSSI) berkata:”kita sedang memantau pemain keturunan yang sedang bermain di Belanda, dan Qatar”. Hal itu mengindikasikan PSSI akan terus menggunakan strategi naturalisasi untuk kedepanya (wajar kali…., melihat respon masyarakat yang mulai membaik pada PSSI stelah melaklukan kebijakan naturalisasi, haha…..). Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, pastilah akan membatasi kesempatan pemain lokal ( binaan asli Indonesia ) untuk masuk timnas dan yang terparah pembinaan pemain muda di Indonesia akan semakin dikesampingkan.

Continue Reading »


Football values in our live

1. Learning from a mistake

No one forecasted that Inter Milan could beat Barcelona in UEFA champions league semifinal 2009/2010. Barcelona with Messi, Xavi, and new striker Zlatan brahimovic considered as the best team in the world by most of people, any team hoped to avoid them, so did Inter Milan. In preliminary round Inter Milan could resist Bacelona palyed draw 0-0 in Giuseppe Meazza, But in the second leg in camp nou, they had to recognized Barcelona superiority 2-0.

Unfortunately they met again in semifinal round. Apparently Inter Milan learned a lot from a mistake in the past, with a spartan spirit they beat Barcelona 3-1 in first leg. Barcelona had to win minimum 2-0 so that they could pass in the next stage. Inter Milan used totally defensive strategy to face Barcelona. That’s work, Barcelona just won 1-0 and they eliminated from champions league.

So don’t hesitate to try something new, something that we don’t know anything about it, coz we can learn much more from a mistake.

2. Never Give-up

Recently I saw amazing match tittled “north London derby” between arsenal vs tottenham. In first half arsenal already lead by 2-0. Commentator (Mr. Ronny Pangemanan) said that tottenham played terrible, and they needed fundamentally changed in second half. The changed appear when gareth bale scored in fabianski goal. That is a momentum which made tottenham rise up. Several minutes later refael vander vaart scored with penalty kick, and then few minutes before end youness kaboul scored to reverse the end result became 3-2.

Many more match which inspiring us to don’t give up for every difficult situation. For another example is UEFA champions league final between Liverpool vs Ac Milan. Ac Milan which leaded 3-0 in first half surprisingly equated 3-3 in second half by Liverpool, during extra time, score still equally strong and Liverpool won a trophy by penalty kick. That’s not a miracle but a strongly effort.

3. Don’t Satisfy with something you achieve

“Los Galaticos project”, that’s the name was given by florentino perez when he collected many best player in the world into one team, Real Madrid. With squad like iker cassilas, Roberto carlos, luis figo, zinedine zidane, ronaldo, they seems couldn’t be blocked to get a trophy. And that is true, they won la liga title on 2001, 2003 and also won champions league trophy on 2001. After that real Madrid performance continues to decline and happened head coach changing oftentimes. That situation isn’t happened because the head coach couldn’t make a good strategy but many football analyst said that Real Madrid player had no motivation to win a title many more. They just played and earned.

That story tell us, how to keep high motivation although we are already have an achievement. Don’t be satisfied rapidly and keeping struggle to achieve a new record. “Be the first in all things because people won’t remember the second and so on.”

4. Knowing what do you need actually

4 years continued, since 2006, inter Milan won a “scudetto” trophy, therefore the main target in 2010 was winning champions league trophy. In serie A, inter Milan seems untouchable. In that time, Zlatan ibrahimovich became the most frightening striker in serie A even in europe. Unfortunately in summer transfer market 2009/2010 inter Milan have to lost him, because he leaved intermilan to join Barcelona. Jose mourinho as an intermilan head coach not worried with that situation because they already had a successor, he is Samuel eto’o. Beside that mourinho felt, missing him wasn’t big obstruction to get champions league trophy, because all they need is a playmaker actually. Then they bought Wesley Sneijder from real Madrid and what happened, Intermilan won a champions league trophy first time since 1965.

Sometimes we are confuse about what we need to reach my goal actually. So let’s try to think and find it. Don’t hope the different result by the same way.

(maap ya jika para pembaca jengkel karena grammarnya mawut-mawut……, namanya juga learning English hahay……)

Continue Reading »


Potensi Pariwisata di Indonesia

Beberapa menit yang lalu saya baru saja selesai menyaksikan sebuah acara yang menarik berjudul “Hidden Cities: Indonesia”

Cerita tersebut berawal dari kekaguman seorang wartawan asing (that I forget what is his name, hehe….) terhadap sejarah Indonesia. Sang wartawan kemudian datang kemari dan mencoba mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Indonesia.

Tempat –tempat yang ia kunjungi antara lain: Lawang sewu, benteng pendem, kerajaan Islam kuno , dan beberapa candi di Jogja dan Jawa Tengah.

Beliau tampak terkagum-kagum saat mengetahui cerita di balik bangunan-bangunan kuno di Indonesia. Saat di lawang sewu misalnya dia sama sekali tidak menyangka sebuah bangunan yang tampak begitu megah yang menjadi gedung pusat perekonomian pada jaman belanda, beralih fungsi menjadi tempat penyiksaan warga pribumi pada jaman jepang.

Namun ironisnya pada setiap kunjungan ke tempat2 bersejarah itu beliau SELALU berucap “sayang sekali tempat ini tampak kurang terawat”.

Kata-kata itu mungkin kedengaran sangat klasik di telinga kita, namun anehnya pemerintah dengan slogan “visit Indonesia year nya” terkesan acuh tak acuh melihat fakta tersebut.

Sebagai warga Jogja saya menyadari, di propinsi DIY saja sudah sangat banyak potensi pariwisata yang tak terawat dan bahkan belum terjamah. Sebut saja pantai di sekitaran Gunung kidul, pantai disekitaran Bantul yang menurut saya keindahanya tidak kalah dengan pantai2 di Bali, Gua-gua di Gunung kidul yang sangat menantang bagi pecinta olahraga caving, belum lagi situs – situs candi bersejarah di daerah Sleman.


Satu pertanyaan besar saya adalah “APA SAJA PROGRAM-PROGRAM PEMERINTAH DAN APA YANG TELAH MEREKA LAKUKAN SECARA KONGKRIT UNTUK MENGEKSPLOR POTENSI BESAR PARIWISATA DI INDONESIA??

Saya berandai-andai jika saja semua obyek pariwisata tersebut terkelola (baik akses tranportasi, penginapan, kebersihan, dan pemasaran nya), pastilah akan sangat berdampak positif bagi perekonomian penduduk sekitar. Itu baru di DIY belum lagi di provinsi-provinsi lain seperti papua, nusa tenggara dan di 17000 pulau yang dimiliki Indonesia.

If only all of that into reality…..WHOOAA, What a wonderful country I’m living in……(^_^)V

Continue Reading »


Regulasi Vs Skill Pemain


“Football is not only about scoring to the enemy goal ,but also about business, hooliganism, celebration, injury, controversy, and dangerous foul.”

Mungkin salah satu yang mencirikan sepak bola di Indonesia adalah dangerous foul (mungkin lebih tepat jika diartikan “pelanggaran ngawur”). Lantas apa yang membedakan pelanggaran2 di liga2 eropa dengan di ligan Indonesia??...... Jika kita lihat sekilas pastilah kita

beranggapan bahwa liga Indonesia adalah liga yang sangat keras mungkin ada yang mengatakan liga terkeras dengan pelanggaran2 berbahaya, namun jika kita cermati lebih mendalam sesunggguhnya pelanggaran2 di liga2 top eropa lah yang jauh lebih keras. Ini terbukti dari bayaknya pemain yang cedera dan seberapa parah cedera tersebut.

Satu hal yang membuat liga Indonesia dijuluki sebagai liga yang keras ADALAH INTENSITAS PELANGGARAN YANG TINGGI TANPA PUNISHMENT DARI WASIT. Berbeda di liga2 eropa dimana wasit cenderung tegas untuk mengadili pemain yang sengaja mencederai lawan. Berbeda halnya di Negara kita tercinta ini , yang seakan akan wasit acap kali membiarkan pelanggaran2 yang terjadi. So the big question is APAKAH PARA WASIT DI INDONESIA BENAR-BENAR MENGERTI MASALAH REGULASI PELANGGARAN DALAM SEPAK BOLA ATAU TIDAK…., ATAU JANGAN2 INI ADALAH INSTRUKSI LANGSUNG DARI PSSI DALAM MELONGGARAKAN REGULASI TERSEBUT UNTUK MENAMBAH NILAI JUAL LIGA INDONESIA???? Hmmm……

“alah cuman di tekel engkel-nya dari belakang saja kok, yaa peringatan saja…, gak usah dikasih kartu kuning”….., alah cuman ketendang paha-nya saja kok di kasih peringatan cukup, lagian dia kan juga nggak sengaja”…WTF!!!!!!

Sering sekali saya menyaksikan pelanggaran2 yang sejatinya diberikan kartu kuning bahkan katu merah di liga-liga eropa hanya diberikan peringatan saja di liga Indonesia ( mungkin karena terlalu sering kali yeee….., sehingga pelanggaran dianggap hal biasa). Memang dengan adanya pelanggaran-pelanggaran keras akan menambah decak kagum sorak sorai penonton ( bhs jawanya: men tambah gayeng ), namun tanpa disadari kelonggaran regulasi tersebut akan mempunyai dampak psikologis yang berakibat pada terhambatnya perkembangan skill pemain, mengapa demikian??

Jawabanya simpel, sepemberani apapun, segarang-garang apapun sang pemain lambat laun pasti akan merasa “keder” jika tiap saat dia menerima bola selalu di “tekel”( dilanggar ). Saat sang pemain mulai merasa was-was daam kondisi seperti itu, mindset mereka adalah setiap mererima bola dan lalu didekati lawan dia harus dengan cepat mengoper bola entah bagaimana caranya. Mungkin inilah salah satu yang menyebabkan ball possession / total football sangat jarang sekali dilakukan klub- klub liga Indonesia. Pemain yang notabene memiliki teknik dan driblle yang bagus pada akhirnya tidak dapat mengeksplor skill mereka dilapangan. Hal terburuk adalah jika kondisi semacam ini sudah menjadi budaya sehingga permainan di level tim nasional pun akan terpengaruh iklim kompetisi local, yang akibatnya kita sudah tau semua lah bagaimana buruknya koordinasi ball possession timnas kita.

This is just my opinion, so I hope PSSI consider my critic and make the regulation more clear, especially about protecting players from many foul that can make their skill hampered.

Continue Reading »


Juventus Transfers Policy


Placed in 7th grade in serie A last season , make “one of the biggest team in europe” like juventus feel confused. It showed with management changing, head coach and staff coach changing, and large scale players changing. Beppe marrota became sport director, ( person who manage transfer activity ), luigi del nerri ( former sampdoria coach) become head coach ( person who manage strategy and recommended players who should juventus buy and choose players who entering loan list and release players who not needed by the club). In season 10/11 juventus sign many players too. They sign leionardo bonucci, marco motta, marco storari, armand traore, leandro rianudo, milos krasic, Roberto aquilani, , simone pepe, Fabio quagliarella, and Jorge Martinez.

Around 50 million euros , they have spent to bring those players. It’s not few money, moreover according goal.com ( the biggest football site in the world ), juventus placed in 4th grade after Manchester city, real Madrid and Barcelona for the most extravagant team predicate in 2010/2011 summer transfer market.

As a juventini (juventus fans), I feel confused with juventus transfer policy this season. They seems not thinking longer before buy a new player. With the number of players who comes, it will need many adaptation for each player, and the team foundation which built for many years will be changed drastically. Beside that I fell juventus bought unimportant and unconvincing players. In this case I take Alberto Aquilani for example. No doubt anymore Aquilani is the best talent whose Italian have, but according the last two years, Aquilani became a flop player in As Roma and Liverpool. Recurrent injuries maybe the main factor which make Aquilani performance continues to decline. Fabio Quagliarella for another example, Fabio is a destroyer striker typically with a few goals on his track record. Juve not needed player like that because they have Alex and Iaquita with the same typical. Juventus needed a finisher stiker with many goals like Diego Forlan, Giampaolo Pazzini, Emanuel Adebayor or Wolsburg Ace Edin Dzeko.

With high expenditure like that, Juventus should win minimum 1 tiitle in this season, and juve president want scudetto become the first priority, after the failure attending champions league this season. That target is not be easy, considering the main competitor in serie A like inter Milan, as roma, and ac Milan prepares this season very well.

Continue Reading »


Review Perjalanan umroh, (Madinah, Part II)

Masjid Nabawi / Masjid Nabi, Sebuah masjid suci kedua bagi umat islam, disebut masjid Nabawi karena pada zaman dahulu Rasulullah sering menamakan masjid Nabawi dengan kata “masjidku”.

Kesempatan mengunjungi masjid Nabawi tidak aku sia-siakan, disamping pahala shalat di masjid Nabawi 1000 kali lebih utama daripada shalat di masjid lain, di dalam masjid Nabawi juga terdapat suatu tempat bernama Ar-raudhah. Rasulullah bersabda “ Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga”, itulah tempat yang disebut Ar-raudhah. Ar-raudhah adalah salah satu tempat yang mustajab untuk berdo’a, Cara membedakan Ar-raudhah sangat mudah Ar-raudhah terletak di ujung masjid dan memiliki warna karpet yang berbeda dengan tempat lainya (biasanya berwarna ungu keabu-abuan, sedang tempat lain berwarna merah.). Alhamdulillah meski berdesak-sesakan aku sempat shalat 2 rakaat dan berdo’a di Ar-raudhah.

Setelah shalat dan berdo’a di Ar-raudhah saya berjalan menuju pintu keluar masjid. Tepat sebelum pintu keluar masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah S.A.W , makam Saidina Abu Bakar As-Siddiq, dan makam Umar bin Khattab. Di makam tersebut para jamaah tidak diperbolehkan masuk, sehingga hanya bisa melihat dari kejauhan.

Continue Reading »


Teknologi Dalam Sepak Bola

Mungkin teman-teman semua pernah melihat gol “tangan Tuhan”, Diego Armando Maradona, gol “tangan Tuhan” Lionel Messi, Gol Geoff Hurst pada piala dunia 1966, dan Gol “hands ball, Thiery henry pada kualifikasi piala dunia 2010 melawan Irlandia. Apa yang ada di benak teman –teman semua…??? Jengkel kah??..., atau bahkan senang karena tim idolanya diuntungkan oleh gol Kontroversial.

Pada piala dunia 2010 ini kembali ramai diperbincangkan isu mengenai penggunaaan alat bantu teknologi dalam pengambilan keputusan suatu pertandingan sepak bola. Berawal deari gol Luis Fabiano saat Brazil bertemu Pantai Gading yang berbau “hands ball”, kemudian gol Frank Lampard saat Inggris dikalahkan Jerman yang tidak disahkan wasit karena bola dianggap belum melewati garis gawang , dan gol Carlos Tevez yang jelas-jelas dalam posisi “off-side” saat Agentina berhadapan dengan Meksiko. Sebenarnya isu ini sudah sangat lama menjadi wacana / bahan perdebatan. Sebelum perhelatan piala 2010 ini FIFA sudah membahas masalah penggunaan alat bantu teknologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam sepak bola , namun untuk yang kesekian kalinya pada musyawarah tersebut FIFA kembali menolak usulan diatas. Guus Hiddink (Tokoh sepak bola Belanda / Pelatih timnas Russia) bahkan menyarankan agar presiden FIFA (Sepp Blater) untuk segera mengundurkan diri karena dinilai tidak becus membawa perubahan sepak bola dunia kearah yang lebih maju dan modern. Bukan hanya Guss Hiddink saja yang melakukan kritik terhadap FIFA, Howard Webb (salah satu wasit terbaik Inggris) pun ikut –ikutan melontarkan sindiranya : "Saya terbuka untuk segalanya yang akan membuat kami semakin dipercaya. Alat apa pun yang saya punya akan saya gunakan untuk mendukung kinerja saya,", ” tanpa teknologi, kasus serupa akan terulang dan wasit akan terus terancam.”, tambahnya tepat seusai menyaksikan negaranya dikalahkan Jerman 1-4.

Dalam setiap isu yang diperdebatkan pastilah banyak yang Pro dan yang Kontra. Aku sendiri sebagai penikmat sepak bola lebih memilih KONTRA terhadap wacana penggunaan alat bantu teknologi dalam sepak bola. Mengapa?......, karena saat ini sepak bola bukanlah sekedar “olah raga” yang mengedepankan otot, skill, dan kreatifitas, lebih dari itu sepak bola adalah sebuah drama yang melibatkan emosional dan faktor psikologis setiap orang yang terlibat, yang sangat memungkinakan terjadi kesalahan di dalamnya. Dengan penggunaan teknologi yang dominan mungkin kita tidak akan menjumpai lagi gol-gol kontroversial seperti diatas. Sepak bola hanya akan menjadi sebuah olah raga yang statis dan monoton. Dalam sebuah drama pasti ada pihak yang diperlakukan tidak adil. Biarlah gol-gol tersebut menjadi sebuah legenda yang akan terus dikenang hingga anak-cucu kita. ( FOOTBALL FOR HOPE , Make a better Future……)

Continue Reading »


Review Perjalanan umroh, (Madinah, Part I)


Setelah menempuh perjalan panjang yang sangat melelahkan Jakarta-Jeddah ( > 8 jam ) perjalanan kami belumlah usai, kami masih harus lanjut lagi perjalanan darat Jeddah-Madinah yang memakan waktu kira-kira 4-5 jam. Namun lamanya perjalanan ini tidaklah terlalu terasa karena sepanjang perjalanan ustad kami (Ustd.Rohmato), tdk pernah berhenti bercerita tentang sejarah kota Madinah dan keistimewaan kota Madinah
Madinah Al-Munawwarah (atau dahulu dikenal dengan nama Yatsrib) adalah kota suci Islam kedua setelah Mekkah Al-Mukarromah.Disebut kota suci karena Rasulullah pernah hijrah ke kota ini dan melakukan dakwah kurang lebih 10 tahun hingga Beliau wafat. Pada masa Rasulullah S.A.W, Madinah juga dikenal sebagai basis Islam yang sangat kuat sehingga para musuh-musuh Nabi kewalahan jika ingin menguasai kota Madinah. Berkat segala keistimewaan kota Madinah, Allah menjajikan bahwa kelak di akhir zaman Madinah (dan Mekkah) akan terbebas dari tipu mushilat “DajjaL” (Hanya 2 kota itu di dunia). Akhirnya tepat pukul 01.30, dini hari kami beserta rombongan tiba di Madinah dan langsung Check-in di hotel.
Hotel yang kami tempati bernama hotel at-Taiba,sebuah hotel bintang 4 yang hanya berjarak 30an meter dari masjid Nabawi. Sesampainya di hotel kami langsung tidur sejenak untuk melepas lelah. Pukul 03.30, Adzan Shubuh di masjid Nabawi berkumandang keras. Kami bersama jamaah lain lalu berbondong-bondong menunaikan sholat Shubuh.
Dengan berjalan sempoyongan aku bergegas pergi ke masjid. Tak lama kemudian aku sampai di depan gerbang Masjid Nabawi. Subhanallah…, seketika itu aku takjub dengan “kemegahan” dan “atmosfir” masjid Nabawi (Sebuah masjid suci kedua setelah Masjidil Harom), Masjid seluas 98 ribu m2 ini bersinar dengan terangnya, dengan ribuan lampu yang menyala, seakan-akan pada dini hari yang gelap itu tampak seperti siang hari. Puluhan ribu (bahkan mungkin ratusan ribu) umat muslim dari seluruh penjuru dunia beramai-ramai berdesak-desakan untuk menunaikan sholat shubuh di masjid Nabawi (pahala 1 x sholat di Masjid Nabawi = 1000 x pahala sholat di masjid lain, kecuali masjidil harom dan masjidil Aqso). Karena aku agak terlambat berangkat ke masjid sehingga aku mendapatkan shaf paling belakang dekat pintu keluar.
Sepulang sholat shubuh di masjid kami sekeluarga sarapan di restoran hotel .pukul 09.00, kami bersama jamaah Nur Ramadhan ( Nur Ramadhan = nama agen travel kami ) dengan bimbingan Ustad Rohmanto, Ustad Joko, dan Ustad Wanuri melaksanakan agenda pertama yaitu orientasi masjid Nabawi.

Continue Reading »